Pages - Menu

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saturday, November 27, 2010

Hindari Makanan Ini Saat Sedang Flu

img

Jakarta, Flu merupakan penyakit yang umum saat musim pancaroba atau musim hujan. Meski bukan penyakit serius, gejala-gejala flu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila ingin cepat sembuh, sebaiknya hindari makanan berikut saat flu.

Gejala flu seperti hidung tersumbat, meler, batuk serta demam tentunya sangat mengganggu aktivitas. Ada beberapa makanan tertentu yang dapat mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan, tapi ada pula makanan yang justru harus dihindari saat sedang flu.

Dilansir Livestrong, Sabtu (27/11/2010), berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sedang flu:

1. Makanan manis
Menurut buku 'Diets for Healthy Living: Dr. Linda Page's Natural Solutions to America's 10 Biggest Health Problems', gula mencegah tubuh memerangi bakteri yang menyebabkan gejala flu.

Makan makanan yang mengandung banyak gula seperti cake, permen dan kue dapat mencegah tubuh mengatasi hidung tersumbat yang merupakan keluhan umum saat flu. Gula membuat lendir dapat bertahan lama di saluran pernapasan karena lingkungannya yang hangat dan lembab, sehingga menyediakan tempat yang nyaman bagi virus.

Makanan lain yang sebaiknya dipantang saat flu adalah makanan tinggi lemak seperti kentang goreng dan makanan cepat saji.

2. Susu
Susu dapat menyebabkan lendir di paru-paru dan sinus bertahan lebih lama. Virus tumbuh di lingkungan yang hangat dan lembab yang disediakan oleh lendir, yang dapat membuatnya tinggal di dalam tubuh lebih lama dan juga dapat menyebabkan gejala flu lebih parah.

Ganti susu dengan air atau jus buah segar sampai gejala flu Anda sembuh. Sebaiknya juga hindari semua produk susu selama beberapa minggu setelah flu sembuh. Ini akan membantu paru-paru pulih sempurna.

3. Daging
Lemak hewani menghalangi kemampuan tubuh untuk menyingkirkan kuman yang menyebabkan gejala flu, sehingga flu akan berlangsung lama atau mengalami gejala yang lebih parah.

Ganti ayam dan daging dengan makanan nabati, seperti salad hijau yang mengandung banyak antioksidan sehingga dapat melawan infeksi lebih cepat.

-------

Jadi menjaga kesehatan itu gampang-gampang susah. KLO UDAH SAKIT, JANGAN BANDEL YA!

Friday, November 19, 2010

Kenali Gejala Awal Stroke

HINGGA 40% pasien stroke tidak dapat mengindentifikasi gejala awal yang menyerang tubuh mereka atau mengenali faktor risiko yang sebenarnya bisa menyelamatkan nyawa. Di Amerika Serikat, stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga.

Setiap tiga menit, seseorang meninggal dunia karena stroke. Sementara kejadian stroke terjadi setiap 45 detik. Berarti 750.000 kejadian stroke per tahun, menurut Neurolog dari Rush University Medical Center, Dr Sayona John seperti dilansir dalam news.medill.northwestern.edu.

“Sayangnya kewaspadaan publik terhadap stroke sangat rendah. Pengetahuan tentang ini bahkan lebih rendah pada orang berusia lanjut, terutama kaum wanita dan minoritas. Mereka tidak memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika seseorang mengalami stroke,” ujarnya.

Stroke dapat muncul dalam berbagai bentuk. Stroke ischemic disebabkan penyumbatan pembuluh darah. Sementara itu serangan hemorrhagic disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah. Gejala-gejala yang perlu diperhatikan dari stroke adalah lumpuh mendadak, wajah tampak turun di salah satu sisi, kesulitan berbicara, kebutaan, mati rasa, pandangan kabur, tampak gerakan yang tidak nyata, kesulitan untuk seimbang hingga hilang kesadaran.

“Seiring dengan pertambahan usia, risiko seseorang untuk terkena stroke semakin tinggi. Pria lebih berisiko terkena stroke dibandingkan wanita,” jelas Sayona.

Sementara itu, Neurolog dari Rush University Medical Center Dr Richard E. Temes mengatakan, stroke sangat mungkin terjadi kapan saja. Yang perlu diingat adalah stroke sangat mungkin dicegah.

Salah satu penanda yang paling mudah dikenali saat seseorang akan terkena stroke adalah penyumbatan pembuluh darah sementara atau disebut transient ischemic attack (TIA). Sekitar 15%-20% dari pasien yang mengalami stroke terlebih dulu mengalami TIA.

“Gejala-gejalnya sama dengan saat seseorang mengalami stroke, hanya saja tidak berlangsung lama,” terangnya.

Saat seseorang sadar dia mengalami TIA, lanjut Richard, maka sebaiknya mencari pertolongan medis secepatnya untuk mencegah serangan stroke yang sebenarnya.

Faktor risiko yang mempertinggi kemungkinan stroke sangat mungkin dikontrol seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi dan obesitas, perubahan detak jantung, diabetes dan berbagai penyakit lainnya.

“Anda bisa berhenti merokok, mencoba pengobatan dan mengontrol pola makan. Namun yang paling penting adalah mencoba mengatur tekanan darah Anda,” tutur Sayona.

Untuk pengobatan darurat pada saat stroke dapat digunakan sejenis obat yang disebut tPA yang dimasukkan melalui urat. “Anda akan pulih 60-70& lebih cepat jika saat terjadi stroke diberikan pengobatan itu,” ujar Sayona.

Namun, tPA juga hanya efektif jika diberikan pada tiga jam pertama terjadi stroke. Jika diberikan setelah itu, justru obat tersebut dapat meningkatkan risiko pendarahan otak.

Jika pasien sampai di rumah sakit sekitar enam hingga delapan jam setelah terjadinya stroke, pengobatan masih dapat dilakukan melalui kateter melalui pembuluh darah dan pembekuan pada otak.

“Sangat penting untuk mengetahui tanda serta gejala stroke dan membawa orang yang terkena stroke ke ruang gawat darurat sesegera mungkin,” tegasnya. (rin)

Sumber : republika.co.id

Dahsyat. ALLAHU AKBAR. klik disini !


Apabila kesulitan datang mengunjungi anda, ketahuilah bahwa hal itu hanyalah seperti awan mendung, yang dalam waktu dekat pasti akan berlalu. Maka jangan sampai anda ditakutkan oleh petirnya dan jangan pula merasa ngeri dengan kilatan cahayanya, sebab dibalik itu semua ia akan membawa hujan yang menyegarkan.