Pages - Menu

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saturday, April 26, 2008

Meminang Bidadari

Wajahmu sendu dan ayu
Suaramu lembut mendayu
Tutur katamu halus
Semua mencerminkan akhlak di dirimu

Saat pertama ku melihatmu
Jantungku berdegup
Membangkitkan asaku
Tuk segera akhiri lajangku
Duhai ayah…ibu
Ku mohon restumu
Ku ingin membina ikatan cinta yang tulus suci


Bahagia hatiku saat restu tlah diberi
Segera menguatkan azzam di hati

Untuk meminang bidadari

Ia tertunduk malu
Saat kuutarakan maksudku
Pipinya merah bersemu
Dengan sedikit ragu
Ia menerima pinanganku

Bahagia tak terperi
Ketika impian tlah menanti
Kini tinggal menghitung hari
Aku tak kan sendiri lagi

(Trims Diah Wahyu)

Tuesday, April 15, 2008

Bidadariku...



Bidadariku...
Namanu tak terukir dalam catatan harinku
Asal-usulmu tak hadir dalam diskusi kehidupanku
Wajah wujudmu tak terlukis dalam sketsa mimpi-mimpiku
Indah suaramu tak terekam dalam pita batinku
Namun kau hidup mengalir dalam pori-pori cinta
dan semangatku
Sebab...
Kau adalah hadiah agung dari ALLAH untukku..

Bidadariku...
Siapa aku...........?
Aku adalah lumpur hitam yang mendebu
menempel di sandal dan sepatu
hinggap diatas aspal terguyur hujan
terpelanting tercampak terbuang masuk comberan
Siapa sudi memandang atau mengulurkan tangan

tanpa uluran tangan tangan Tuhan
Aku adalah lumpur hitam yang malang.
Padamu... kukirimkan salam terindah
Salam sejahtera para penghuni syurga
Salam yang harumnya melebihi harum bunga kesturi
Sejuknya melebihi sejuknya embun pagi
Salam hangat sehangat sinar mentari diwaktu dhuha
Salam suci sesuci telaga kautsar yang jika direguk kan menghilangkan dahaga selama-lamanya

Salam penghormatan kasih dan cinta yang tiada pernah pudar
dan tiada berubah dalam segala musim dan peristiwa.

(kutipan puisi Fahri "Ayat-ayat Cinta")

Saya Belajar..


SAYA BELAJAR, bahwa kehidupan ini bermakna dan masing-masing orang akan mendapatkan balasan setimpal dengan perbuatannya


SAYA BELAJAR, bahwa sebaik-baik hidup adalah hidup di bawah naungan Al-Qur’an dengan aqidah yang benar dan tauhid yang lurus

SAYA BELAJAR, bahwa kedzaliman adalah kegelapan dan setiap orang dzalim pasti menyesal merasakan akibat perbuatannya

SAYA BELAJAR, bahwa dalam hidup ini saya harus selalu optimis dengan mengharap pertolonganNya dan tidak akan pernah putus asa dari rahmatNya..

SAYA BELAJAR, bahwa saya harus melihat orang yang di bawah saya dalam urusan duniawi agar saya selalu mensyukuri nikmatNya ..


SAYA BELAJAR, bahwa kehidupan ini adalah ringan, mudah dan sederhana bagi orang yang mengetahui kebenaran..

SAYA BELAJAR, bahwa saya tidak pernah meremehkan apapun walau tampak kecil, remeh dan sederhana..

SAYA BELAJAR, bahwa saya harus berprasangka baik kepada orang mukmin terutama orang-orang yang saya cintai dan bahwa orang yang berprasangka buruk kepada orang mukmin adalah dikarenakan keburukan itu ada pada dirinya lalu dia menyangka orang lain seperti itu..

SAYA BELAJAR, bahwa orang yang paling berharga bagi saya adalah orang yang mau berterus terang menegur dan mengingatkan saya..

SAYA BELAJAR, bahwa kesuksesan tidak mungkin saya dapatkan dengan bersantai tanpa adanya kesungguhan dan keseriusan..


SAYA BELAJAR, bahwa kebenaran pasti menang dan kebatilan pasti kalah..

SAYA BELAJAR, bahwa gangguan dalam kehidupan pasti ada, tapi saya tidak boleh menyerah karenanya.

SAYA BELAJAR, bahwa shalat malam, berdoa dan bermunajat di dalamnya adalah sumber kekuatan dalam menjalani kehidupan ini..

SAYA BELAJAR, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya, tapi saya harus dapat melakukan kebaikan untuk orang lain..

SAYA BELAJAR, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh, beberapa di antaranya melahirkan cinta sejati..

SAYA BELAJAR, bahwa sebaik-baik sahabat pasti pernah melukai perasaan saya, dan untuk itu saya harus memaafkannya ..

SAYA BELAJAR, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan ..

SAYA BELAJAR, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya ..

SAYA BELAJAR, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya ..

SAYA BELAJAR, bahwa kata-kata manis disertai kerelaan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai ...

SAYA BELAJAR, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya butuh beberapa detik saja untuk menghancurkannya ..


SAYA BELAJAR, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya harapkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya ..



SAYA BELAJAR, bahwa saya harus belajar memaafkan diri sendiri dan orang lain, kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus ..


SAYA BELAJAR, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda ..


SAYA BELAJAR, bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati dan kecewa ..


SAYA BELAJAR, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis ..


SAYA BELAJAR, bahwa pelajaran bukan hanya diambil dari orang baik, tapi justeru dari orang jahat lebih banyak pelajaran yang saya dapat dengan mengetahui kejahatannya dan meninggalkannya..

SAYA BELAJAR, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya ..



“Tulisan ini terinspirasikan setelah mendengar kaset ceramah Syaikh Ali Abdul Kholiq Al-Qorni yang berjudul HAKADZA ‘ALLAMATNIL HAYAH dan beberapa artikel lain serta pengalaman hidup”


(beninghati dot com)

Pemberian terbaik

Abdullah Ibnul Mubarak –Rahimahullah pernah ditanya :

Apakah sesuatu terbaik yang diberikan kepada seseorang?

Beliau menjawab: “Akal yang cerdas.”

Beliau ditanya: “Jika tidak memiliki?”

Beliau menjawab: “Adab yang baik.”

Beliau ditanya: “Jika tidak mempunyai?.”

Beliau menjawab: “Kawan yang saleh untuk bermusyawarah dengannya.”

Beliau ditanya: “Jika tidak ada?.”

Beliau menjawab: “Memperbanyak diam.”

Beliau ditanya: “Jika tidak bisa?.”

Beliau menjawab: “Mati segera.”

(Raudhatul ‘Uqalaa’ Wa Nuzhatul Fudhalaa’ karya Abu Hatim Muhammad Ibn Hibban Al-Busti (Wafat 354 H) hlm 12 )

Dahsyat. ALLAHU AKBAR. klik disini !


Apabila kesulitan datang mengunjungi anda, ketahuilah bahwa hal itu hanyalah seperti awan mendung, yang dalam waktu dekat pasti akan berlalu. Maka jangan sampai anda ditakutkan oleh petirnya dan jangan pula merasa ngeri dengan kilatan cahayanya, sebab dibalik itu semua ia akan membawa hujan yang menyegarkan.